PENJUAL KUE

Sabtu, 27 November 2010

Seorang pemuda masuk ke dalam sebuah restoran untuk memesan makanan. Tak beberapa lama kemudian pesanannya datang. Saat pemuda itu hendak menyantap makanannya, datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue padanya, "Pak, mau beli kue, pak?"

Dengan ramah pemuda yang sedang makan itu menjawab, "Tidak, saya sedang makan."

Anak kecil tersebut tidak putus asa dengan tawaran pertama. Ia menunggu sampai pemuda itu selesai makan, lalu ia tawarkan lagi kue dagangannya, "Pak, mau beli kue, pak?"

Pemuda tersebut menjawab, "Tidak dik, saya sudah kenyang."

Pemuda itu lalu membayar di kasir dan beranjak pergi dari rumah makan. Si anak kecil penjaja kue itu mengikutinya. Sudah hampir seharian ia menjajakan kue buatan ibunya. Ia tidak menyerah pada usahanya. Anak itu berpikir, "Coba aku tawarkan kue ini lagi pada pemuda itu. Siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumahnya."

Apa yang dilakukan oleh anak kecil itu adalah usaha gigih membantu ibunya menyambung kehidupan yang serba pas-pasan. Saat pemuda itu keluar dari rumah makan, anak kecil penjaja kue itu menawarkan kue dagangannya untuk yang ketiga kalinya.

"Pak, mau beli kue saya?"

Kali ini pemuda itu merasa risih untuk menolak. Kemudian, ia mengeluarkan uang Rp 1.500,- dari dompet dan diberikan pada anak kecil itu sebagai sedekah.

"Dik, ambil uang ini. Saya tidak beli kue adik. Anggap saja ini sedekah dari saya buat adik," katanya.

Anak kecil itu menerima uang pemberian pemuda lalu memberikannya kepada seorang pengemis yang sedang meminta-minta. Betapa terkejutnya pemuda itu.

"Bagaimana anak ini? Diberi uang kok malah diberikan pada orang lain?" Ia membatin.

"Kenapa kamu berikan uang itu pada pengemis? Mengapa tidak kau ambil saja?" Akhirnya ia menegur si penjaja kue.

Anak kecil penjaja kue itu tersenyum lugu dan menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu di rumah untuk menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis. Dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya menjadi pengemis."

Pemuda tadi akhirnya memborong semua kue yang dijajakan anak kecil itu. Bukan karena kasihan, bukan karena lapar tapi karena prinsip yang dimiliki anak kecil itu kerja adalah sebuah kehormatan. Ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.
Read more >>
Diberdayakan oleh Blogger.